
DPD KKIG Jabodetabek Masa Bakti 2026–2030 Resmi Dilantik
Perkuat Silaturahmi, Sinergi, dan Pelestarian Budaya Gorontalo di Tanah Rantau
JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (DPP KKIG) resmi melantik Dewan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (DPD KKIG) Jabodetabek masa bakti 2026–2030, Rabu, 9 September 2026.
Pelantikan berlangsung pada pukul 16.00–18.00 WIB di Ruang Antasari, Lantai 3, Blok B–C, Gedung Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya No. 9, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Pengukuhan kepengurusan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan DPP KKIG Nomor: 09/DPP-KKIG/VIII/2026 tentang Susunan Nama dan Jabatan Dewan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (DPD KKIG) Jabodetabek Masa Bakti 2026–2030.
Mengusung tema “Yang Jauh Didekatkan, Yang Dekat Dieratkan”, pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Gorontalo yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Semangat tersebut dipertegas melalui motto organisasi, “Menjalin Silaturahmi, Memperkokoh Sinergi, dan Merawat Nilai Budaya Gorontalo di Tanah Rantau.”
Pelantikan ini bertujuan mengesahkan kepengurusan baru, merapatkan barisan masyarakat Gorontalo di perantauan, serta menetapkan arah program kerja strategis DPD KKIG Jabodetabek untuk empat tahun mendatang.

Dihadiri Pejabat dan Tokoh Masyarakat
Acara pelantikan dihadiri Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Dr. Ir. Syafrin Liputo, A.T.D., M.T.; Dirhamul Nugraha yang mewakili Kepala Kesbangpol DKI Jakarta; Ketua TP PKK Jakarta Selatan Nurul Azizah; mantan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie; serta Ketua Umum DPP KKIG Dr. H. Sjafrudin Mosii, S.E., M.M., CSFA.
Hadir pula perwakilan pemerintah daerah, para Ketua DPC KKIG se-Jabodetabek, pejabat TNI dan Polri asal Gorontalo, sejumlah tokoh masyarakat, serta masyarakat Gorontalo yang berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahan Tari Saronde dari Gorontalo dan seni tari Betawi dari Jakarta. Perpaduan kedua kesenian tersebut menggambarkan keharmonisan antara budaya tanah asal dan budaya masyarakat di tanah rantau.
Prosesi inti dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan DPP KKIG oleh Hj. Rukhaiyah S. Ntoi Ente. Selanjutnya, Ketua Umum DPP KKIG Dr. H. Sjafrudin Mosii, S.E., M.M., CSFA., memimpin pengambilan sumpah dan janji Ketua DPD KKIG Jabodetabek Brigjen TNI (Purn.) H. Sofyan Y. Botutihe, MBA., beserta seluruh jajaran pengurus.
Pelantikan dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka organisasi dan penandatanganan berita acara oleh Ketua Umum DPP KKIG dan Ketua DPD KKIG Jabodetabek. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan dan perwakilan Kesbangpol DKI Jakarta.

Tiga Pilar Utama Kepengurusan
Dalam sambutannya, Ketua DPD KKIG Jabodetabek Brigjen TNI (Purn.) H. Sofyan Y. Botutihe, MBA., menyampaikan visi, misi, dan grand strategy organisasi untuk masa bakti 2026–2030.
Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan momentum penting untuk menyatukan masyarakat Gorontalo di Jabodetabek dalam satu ikatan kekeluargaan yang kuat. Keterikatan antara manusia, ruang, tempat tinggal, dan sistem sosial diharapkan dapat menjadi fondasi dalam membangun organisasi yang solid dan berkelanjutan.
Menurutnya, KKIG bukan sekadar perkumpulan masyarakat Gorontalo, tetapi juga berpotensi menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan masyarakat, terutama dalam bidang sosial dan kemasyarakatan.
Pelantikan pengurus baru dinilai semakin penting mengingat besarnya jumlah masyarakat Gorontalo yang tinggal di wilayah Jabodetabek. DPD KKIG Jabodetabek berkomitmen menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat Gorontalo di perantauan dengan pembangunan di kampung halaman maupun lingkungan tempat tinggalnya saat ini.
“DPD KKIG Jabodetabek berkomitmen membawa organisasi ini fokus pada tiga pilar utama, yaitu menjaga kerukunan dan soliditas, melakukan pemberdayaan ekonomi dan pengembangan diri, serta melaksanakan aksi sosial dan kepedulian terhadap kampung halaman maupun lingkungan tempat tinggal saat ini,” tegas Sofyan.
Ia juga menekankan bahwa DPD KKIG Jabodetabek harus menjadi rumah bersama bagi seluruh masyarakat Gorontalo di perantauan.
“Visi kami adalah menjadi wadah kekeluargaan yang guyub, rukun, dan solid bagi warga perantau, serta menjadi rumah kedua yang saling menguatkan dalam suka dan duka,” tuturnya.
Amanah untuk Menghadirkan Program Nyata
Ketua Umum DPP KKIG Dr. H. Sjafrudin Mosii, S.E., M.M., CSFA., berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu memperkuat soliditas masyarakat Gorontalo dan menghadirkan berbagai program nyata yang bermanfaat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan dalam organisasi merupakan amanah dan tanggung jawab yang tidak ringan. Namun, dengan semangat persatuan, nilai kekeluargaan, dan kearifan lokal Gorontalo, para pengurus diyakini mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya.
Kepengurusan baru juga diharapkan dapat membangun komunikasi yang kuat, memperluas kolaborasi, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Gorontalo di Jabodetabek.
Wali Kota Dorong Kolaborasi dengan Pemerintah
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Dr. Ir. Syafrin Liputo, A.T.D., M.T., menyampaikan ucapan selamat kepada Brigjen TNI (Purn.) H. Sofyan Y. Botutihe, MBA., beserta seluruh jajaran DPD KKIG Jabodetabek masa bakti 2026–2030.
“Atas nama Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Brigjen TNI (Purn.) H. Sofyan Y. Botutihe, MBA., sebagai Ketua DPD KKIG Jabodetabek,” ujarnya.
Syafrin berharap pelantikan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari pelaksanaan tanggung jawab organisasi kepada anggota dan masyarakat.
“Tentu momentum pelantikan ini kami harapkan tidak hanya sekadar seremonial, melainkan menjadi awal dari amanah besar untuk membawa organisasi sebagai paguyuban yang bermanfaat dan berkontribusi nyata, baik bagi kesejahteraan masyarakat Gorontalo di perantauan maupun bagi pembangunan di kampung halaman,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya masyarakat Gorontalo di Jabodetabek untuk mengenal, memahami, dan menghormati budaya Betawi sebagai budaya masyarakat Jakarta. Salah satu warisan budaya Betawi yang perlu dijaga dan dilestarikan adalah pantun.
Menurut Syafrin, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, termasuk DPD KKIG Jabodetabek.
“Sinergi antara KKIG dan pemerintah kota diharapkan dapat membantu menjaga kondusivitas, ketertiban, serta melestarikan keberagaman budaya di Jakarta,” ungkapnya.
Menjadi Rumah Bersama Masyarakat Gorontalo
Pelantikan DPD KKIG Jabodetabek masa bakti 2026–2030 menandai dimulainya perjalanan kepengurusan baru dalam membangun organisasi yang lebih solid, inklusif, dan bermanfaat.
Melalui semangat kekeluargaan, kolaborasi, dan pengabdian, DPD KKIG Jabodetabek diharapkan mampu menjadi rumah bersama bagi masyarakat Gorontalo sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan kebudayaan.
Rangkaian acara ditutup dengan tilawah ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh tiga qari terbaik asal Gorontalo, dilanjutkan dengan doa, ramah tamah, dan santap malam bersama.
Pelantikan tersebut membawa satu pesan kuat bagi seluruh masyarakat Gorontalo di Jabodetabek: yang jauh didekatkan, yang dekat dieratkan—bersama dalam persaudaraan, bergerak dalam sinergi, dan bersatu merawat nilai-nilai luhur Gorontalo di tanah rantau.
